New Media, mungkin mendengar kata itu banyak
diantara kita yang cukup asing untuk mendengarnya. Padahal dewasa ini New Media
atau dalam bahasa Indonesia yang berarti media baru sangat dekat dengan
kehidupan kita sehari-hari. Sebelum lebih jauh untuk memahami apa sebenarnya
yang dimaksud New Media, mari kita mengenal dahulu apa itu media.
Media menurut Association for Educational
Communications and Technology (AECT, 1997) sebagaimana Sadiman (2005: 6) adalah
segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau
informasi. Secara garis besar, dilihat dari bentuknya ada tiga jenis media
massa, yakni media cetak, media penyiaran, dan media online / internet.
Perkembangan teknologi yang sangat pesat ini
banyak mempengaruhi kehidupan masyarakat khususnya di Indonesia. Dahulu untuk
mencari informasi, masyarakat bisa mendapatkannya melalui media konvensional
radio, koran dan televisi. Namun kini hanya dengan bermodalkan
smartphonesangat banyak informasi yang bisa didapatkan masyarakat dengan
mengakses portal media online atau sharing dan bersosialisasi melalui media
sosial.
Internet merupakan media baru yang muncul
setelah media cetak dan media penyiaran. Di Indonesia, pengembangan
infrastruktur internet dimulai sejak tahun 1980-an, dan hingga sekarang
penggunanya terus meningkat. Kehidupan masyarakat saat ini mungkin bisa
dikatakan tidak terlepas dari teknologi yang satu ini. Salah satunya saya
sendiri, yang hampir setiap hari mengakses informasi melalui media online.
Menurut Lister dalam bukunya yang berjudul New
Media: A Critical Introduction, ada enam karakteristik dariNewMedia
:
Digital: Dilihat dari prosesnya New Media
sangat berbeda dengan yang dimiliki media pendahulunya. Proses pemasukan data
di sini akan dirubah dalam bentuk angka. Lalu dari data tersebut akan muncul ke
dalam beragam bentuk seperti grafik, teks tertulis, diagram, foto, dan video.
Data-data tersebut kemudian disimpan ke dalam jaringan yang kita biasa kenal
dengan jaringan online yang menggunakan internet untuk menjalankannya,
selanjutnya data disimpan kembali ke memori digital dan terakhir dikirim
kembali melalui jaringan telekomunikasi.
Interactivity : Dalam New Media tidak ada lagi
istilah komunikasi satu arah, melainkan dua arah, dan media baru ini menawarkan
adanya interaktif dalam mengubah tulisan, gambar yang sedang mereka akses.
Jadi, kita sebagai khalayak juga diperuntunkan sebagai "users atau
pengguna" ketimbang menjadi "viewers atau pelihat". Maka dari
itu media baru sangat menuntut masyarakat penggunanya untuk menjadi aktif
dengan interaktif yang ada.
Hypertextual: Dalam New Media dua karakter
ini, yaitu Hypertext dan Hypertextual tidak dapat dipisahkan. New Media terdiri
dari berbagai jaringan yang telah disusun sedemikian rupa, di mana di dalamnya
terdapat berbagai pintu untuk masuk ke suatu hal yang kita inginkan dalam
internet. Keduanya sebagai penghubung antara jaringan satu ke jaringan lainnya.
Itu lah yang nantinya kita kenal sebagai istilah software, database, atau
sistem operasi komputer.
Networked : Networked dalam
bahasa Indonesia berarti "berjejaring". New Media memiliki
banyak sekali jaringan sehingga untuk memperoleh dan mengakses suatu informasi
khalayak sangat dimudahkan.
Virtual
: Virtual memiliki arti hampir sama dengan dunia nyata. Bisa dikatakan
demikian, karena New Media memiliki kencenderungan mirip dengan kehidupan
nyata kita sehari-hari. Tidak hanya menampilkan teks dan gambar (visual) serta
suara (audio), New Media juga bisa mengajak khalayak untuk berinteraksi secara
langsung dalam menanggapi suatu informasi.
Simulated : Simulasi mungkin sangat erat
kaitannya dengan virtual. Mungkin konsep ini ingin berbicara bagaimana New
Media mensimulasi kebiasaan sehari-hari kalayak khususnya dalam pencarian
maupun pertukaran sebuah informasi. New Media ingin menyuguhkannya senyata
mungkin sebagaimana dengan aslinya.
Perkembangan media yang pesat ini memunculkan
banyak inovasi-inovasi baru dari perusahaan media. Bisa kita lihat kemunculan
portal-portal berita online yang semula hanya media konvensional kini mulai
merambah dunia online. Di Indonesia salah satu portal online yang cukup populer
yaitu Kompas.com.
Berawal dari media cetak, kini Kompas mengembangkan
sayapnya dengan membuat Kompas Tv, dan kini mulai merabah New Media yaitu
Kompas.com dan Kompasiana.com. Bila dilihat penerapan karakteristik New Media
sudah diterapkan oleh Kompas.
Pertama yaitu digital, kemunculan Kompas.com
dan Kompasiana.com merupakan langkah Kompas untuk merambah dunia digital.
Khalayak bisa mengakses berita dari Kompas.com dengan memanfaatkan koneksi
internet serta perangkat komputer. Namun kita perkembangan telekomunikasi juga
sangat menunjang akses yang lebih mudah sejak munculnya smartphoneyang
memudahkan khalayak dalam mengakses informasi yang diinginkan.
Kedua Interactivity, dalam Kompas.com dan
Kompasiana.com khalayak tidak hanya semata-mata menjadi penonton yang pasif.
Khalayak diajak melakukan komunikasi melalui dua arah yaitu dengan menyertakan
kolom komentar yang diperuntunkan untuk menanggapi berita-berita yang disajikan
oleh portal berita online Kompas.com.
Ketiga Hypertextual, mungkin kalian pernah
melihat teman atau seseorang menshare link di media sosial , itu salah satu
bentuk karakteristik New Media agar penyebaran informasinya lebih cepat.
Keempat Networked, karakteristik keempat ini
sudah pasti diterapkan oleh portal-portal media manapun. New Mediamembuat
khalayak memudahkan khalayak memperoleh informasi hanya dengan bermodalkan
koneksi Internet semua hal yang ingin diketahui dari seluruh penjuru dunia bisa
didapatkan.
Kelima Virtual, portal berita online tidak
hanya bisa dibaca saja berupa teks, melainkan juga disertakan video yang mana
menampilkan audio visual, jadi tidak hanya dilihat melainkan juga dapat
didengar, sama seperti sedang kita alami, meskipun kita tidak sedang di sana.
Terakhir adalah Simulated, Kompas.com mampu
membuat khalayak berbincang-bincang seperti di dunia nyata dengan memanfaatkan
kolom komentar. Serta bisa membagikan info melalui link-link yang tersedia.
Daftar Pustaka
Lister. M. et al. (2009). New Media: a
Critical Introduction Second Edition.
Sadiman, A. (2005). Media Pendidikan
Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya. Jakarta: Pustekkom Dikbud dan PT.
Raja Grafindo Persada.
Konten ini telah tayang di Kompasiana.com
dengan judul "New Media: Perkembangan Media di Era Kemajuan
Teknologi", Klik untuk baca