Jumat, 15 April 2022

Apa itu ITIL (Information Technology Infrastructure Library)?

 



        ITIL atau Information Technology Infrastructure Library, merupakan sebuah framework yang dibuat dan dikembangkan oleh Office of Government Commerce (OGC) di Inggris. ITIL merupakan kumpulan dari best practice tata kelola layanan teknologi informasi diberbagai bidang dan industri, dari mulai manufaktur sampai finansial, industri besar dan kecil, swasta dan pemerintah.

Menurut CIO, selama masa pengembangannya, information technology infrastructure library telah mengalami beberapa proses revisi.

Pertama, pada tahun 2000, sejumlah 30 buku teori orisinal ITIL pertama kali diringkas menjadi hanya 7 bersamaan dengan ITIL V.2 yang juga baru diluncurkan.

Masing-masing buku dikemas dengan aspek manajemen IT modern. Kemudian, ITIL Refresh Project pada tahun 2007 mengonsolidasikan ITIL menjadi hanya 5 volume yang terdiri dari 26 proses dan fungsi.

Inisiatif ini disebut sebagai ITIL edisi 2007. Lalu, pada tahun 2011, pembaruan lain yang dijuluki ITIL 2011, diterbitkan sebagai penerus edisi tahun 2007.

Namun, kelima volume sebelumnya tetap ada, dan ITIL 2007 serta ITIL 2011 tidak mendapatkan pembaruan.

Selanjutnya, information technology infrastructure library 4 yang dirilis pada 2019 adalah edisi terkini yang dianggap lebih stabil dan efektif.

Teknologi baru ini dapat mempertahankan fokus yang sama pada proses otomatisasi data, serta meningkatkan manajemen layanan, dan dapat mengintegrasikan departemen IT ke dalam rencana bisnis.

ITIL 4 juga memperbarui kerangka kerja agar dapat mengakomodasi dan menyesuaikan kinerja teknologi dan perangkat lunak perusahaan sesuai dengan standar yang lebih modern.

Sejak pembaruan terakhir information technology infrastructure library, departemen IT perusahaan telah berkembang menjadi bagian integral dari setiap bisnis.

Kerangka kerja baru yang tersedia telah mengakomodasi lini kerja tim IT agar menjadi lebih gesit, fleksibel, dan kolaboratif.

Information technology infrastructure library mencakup beberapa kerangka kerja yang diadaptasi dari kelima publikasi inti.

Kerangka kerja ini akan ditinjau secara berkala dan diperbarui seiring dengan perkembangan teknologi.

Setiap kerangka memberikan praktik terbaik untuk setiap fase utama dari siklus hidup sistem manajemen layanan IT.

Nah, menurut Techtarget, kerangka kerja Information technology infrastructure yang perlu kalian ketahui adalah seperti berikut ini.

Service Strategy: Bertugas untuk menjelaskan tujuan bisnis dan persyaratan pelanggan dengan cara menyelaraskan tujuan dari kedua aspek tersebut.

Service Design: Menguraikan praktik produksi kebijakan, arsitektur, dan dokumentasi IT perusahaan.

Service Transition: Memberikan nasihat kepada manajemen bila terjadi perubahan serta memandu administrator IT selama ada gangguan dan perubahan lingkungan kerja.

Service Operation: Menawarkan opsi untuk mengelola layanan IT untuk keperluan setiap hari, bulanan, hingga tahunan.

Continual Service Improvement: Kerangka kerja yang meliputi cara memperkenalkan perbaikan dan pembaruan kebijakan dalam kerangka proses ITIL.

Adopsi dan pemeliharaan information technology infrastructure library adalah sebuah proses yang membutuhkan ahli terlatih untuk memandu perusahaan dan staf IT.

Perusahaan IT raksasa seperti Microsoft, IBM, dan Hewlett Packard Enterprise (HPE) menggunakan ITIL sebagai dasar untuk pedoman operasi internal mereka sendiri.

Setiap iterasi ITIL memberikan dokumentasi yang telah diperbarui dan disesuaikan untuk mempersiapkan admin IT untuk infrastruktur layanan IT modern.

Dengan menggunakan dasar pendekatan sistematis ITIL untuk manajemen layanan TI, ITIL menawarkan peningkatan pada sebuah perusahaan diantaranya:

-  Peningkatan Return on Investment pada TI.

-  Peningkatan Kapabilitas dan produktivitas.

 Peningkatan Kepuasan Pelanggan/Pengguna.

 Peningkatan Hasil Pemanfaatan aset.

 Peningkatan hubungan dan interaksi antara penyedia layanan TI dengan
   pengguna/pelanggan.

 Menjaga organisasi untuk mengimbangi perubahan terkini yang mendorong organisasi         
   untuk terus berkembang.

-  Integrasi Layanan TI

Peningkatan ini telah dibuktikan oleh banyak organisasi di dunia yang mengadopsi ITIL sebagai kerangka kerja layanan TI mereka.


Continue reading Apa itu ITIL (Information Technology Infrastructure Library)?

Jumat, 08 April 2022

Framework (Kerangka Kerja) yang digunakan pada ITSM

 


           ITSM atau singkatan dari Information Technology Service Management dalam Bahasa Indonesia artinya Manajemen Layanan Teknologi Informasi merupakan metode pengelolaan sistem teknologi informasi (TI), secara filosofis terpusat pada perspektif konsumen layanan TI terhadap bisnis perusahaan. ITSM merupakan kebalikan dari pendekatan manajemen TI dan interaksi bisnis yang terpusat pada teknologi. Istilah ITSM tidak berasal dari suatu organisasi, pengarang, atau pemasok tertentu dan awal penggunaan frasa inipun tidak jelas kapan dimulainya.

ITSM berfokus pada proses dan karenanya terkait dan memiliki minat yang sama dengan kerangka kerja dan metodologi gerakan perbaikan proses, seperti TQM, Six Sigma, Business Process Management, dan CMMI. Disiplin ini tidak memedulikan detail penggunaan produk suatu pemasok tertentu atau detail teknis suatu sistem yang dikelola, melainkan berfokus pada upaya penyediaan kerangka kerja untuk menstrukturkan aktivitas yang terkait dengan TI dan interaksi antara personel teknis TI dengan pengguna teknologi informasi.

ITSM umumnya menangani masalah operasional manajemen teknologi informasi (kadang disebut operations architecture, arsitektur operasi) dan bukan pada pengembangan teknologinya sendiri. Contohnya, proses pembuatan perangkat lunak komputer untuk dijual bukanlah fokus dari disiplin ini, melainkan sistem komputer yang digunakan oleh bagian pemasaran dan pengembangan bisnis di perusahaan perangkat lunak-lah yang merupakan fokus perhatiannya. Banyak pula perusahaan non-teknologi, seperti pada industri keuangan, ritel, dan pariwisata, yang memiliki sistem TI yang berperan penting, walaupun tidak terpapar langsung kepada konsumennya.

Kerangka kerja (framework) yang dianggap dapat memberikan contoh penerapan ITSM di antaranya:

1.      Information Technology Infrastructure Library (ITIL)

        Menyadur IBM, sistem yang dikenal dengan sebutan ITIL tersebut merupakan sebuah kerangka kerja yang dirancang untuk membakukan pemilihan, perencanaan, pengiriman, dan pemeliharaan layanan IT dalam bisnis.

        Tujuan sistem ini adalah untuk meningkatkan efisiensi dan mencapai pemberian layanan yang telah diprediksi oleh perusahaan.

        Kerangka kerja ITIL memungkinkan administrator database untuk menjadi mitra layanan bisnis dan bukan hanya sebagai dukungan back-end saja.

        Panduan dan praktik terbaik ITIL menyelaraskan tindakan dan pengeluaran departemen IT dengan kebutuhan bisnis.

        Tak hanya itu, seluruh aktivitas dan kinerja tim IT perusahaan akan disesuaikan seiring adanya pertumbuhan atau pergeseran dalam strategi bisnis.

2.      Control Objectives for Information and Related Technology (COBIT)

        COBIT (Control Objectives for Information and Related Technology) merupakan sekumpulan dokumentasi dan panduan yang mengarahkan pada IT governance yang dapat membantu auditor, manajemen, dan pengguna (user) untuk menjembatani pemisah antara resiko bisnis, kebutuhan kontrol, dan permasalahan-permasalahan teknis. COBIT dikembangkan oleh IT governance Institute (ITGI) yang merupakan bagian dari Information Systems Audit and Control Association (ISACA)

        Menurut Campbell COBIT merupakan suatu cara untuk menerapkan IT governance. COBIT berupa kerangka kerja yang harus digunakan oleh suatu organisasi bersamaan dengan sumber daya lainnya untuk membentuk suatu standar yang umum berupa panduan pada lingkungan yang lebih spesifik. Secara terstruktur, COBIT terdiri dari seperangkat contol objectives untuk bidang teknologi indormasi, dirancang untuk memungkinkan tahapan bagi audit.

          Menurut IT Governance Institute Control Objectives for Information and related Technology (COBIT, saat ini edisi ke-4) adalah sekumpulan dokumentasi best practices untuk IT governance yang dapat membantu auditor, manajemen and pengguna ( user ) untuk menjembatani gap antara risiko bisnis, kebutuhan kontrol dan permasalahan-permasalahan teknis.

3.      Software Maintenance Maturity Model

        Maturity model adalah suatu metode untuk mengukur level pengembangan manajemen proses, yang berarti adalah mengukur sejauh mana kapabilitas manajemen tersebut. Seberapa bagusnya pengembangan atau kapabilitas manajemen tergantung pada tercapainya tujuan-tujuan COBIT yang Sebagai contoh adalah ada beberapa proses dan sistem kritikal yang membutuhkan manajemen keamanan yang lebih ketat dibanding proses dan sistem lain yang tidak begitu kritikal. Di sisi lain, derajat dan kepuasan pengendalian yang dibutuhkan untuk diaplikasikan pada suatu proses adalah didorong pada selera resiko Enterprise dan kebutuhan kepatuhan yang diterapkan.

4.      PRM-IT IBM’s Process Reference Model for IT

5.      Application Services Library (ASL)

        Aplikasi Layanan Perpustakaan (ASL) adalah kerangka kerja domain public dari praktik terbaik yang digunakan untuk standarisasi proses dalam Aplikasi Manajemen, disiplin memproduksi dan memelihara sistem informasi dan aplikasi. Istilah “perpustakaan” digunakan karena ASL disajikan sebagai satu set buku yang menggambarkan praktek-praktek terbaik dari industri TI. Hal ini dijelaskan dalam beberapa buku dan artikel (banyak dari mereka hanya tersedia dalam Bahasa Belanda) dan di situs resmi ASL BiSL Foundation.

6.      Business Information Services Library (BISL)

        BiSL adalah standar domain publik sejak tahun 2005, diatur oleh Lembaga ASL BiSL (sebelumnya Lembaga ASL). Kerangka kerja ini menggambarkan standar untuk proses dalam manajemen informasi bisnis di strategi, manajemen dan operasi tingkat. BiSL berkaitan erat dengan ITIL dan ASL kerangka, namun perbedaan utama antara kerangka kerja ini adalah bahwa ITIL dan ASL focus pada pasokan sisi informasi (tujuan organisasi TI), sedangkan BiSL berfokus pada sisi permintaan (yang timbul dari organisasi pengguna akhir).

7.      Microsoft Operations Framework (MOF)

        Microsoft Operation Framework (MOF) 4.0 adalah serangkaian panduan yang bertujuan membantu teknologi informasi (TI) professional menetapkan dan menerapkan layanan yang handal dan hemat biaya.

8.      eSourcing Capability Model for Service Providers (eSCM-SP) dan eSourcing Capability Model for Client Organizations (eSCM-CL) dari ITSqc for Sourcing Management.

            eSourcing Capability Model  for Service Providers (eSCM-SP) adalah suatu kerangka kerja yang dikembangkan oleh ITSqc di Carnegie Mellon University. eSCM-SP adalah “praktek terbaik” model kemampuan dengan tiga tujuan :

-  Untuk memberikan penyedia layanan bimbingan yang akan membantu mereka meningkatkan kemampuan mereka di seluruh sourcing siklus hidup

-  Untuk menyediakan klien dengan cara yang obyektif mengevaluasi kemampuan penyedia layanan

-  Untuk menawarkan penyedia layanan standar untuk digunakan saat membedakan diri dari pesaing.

Beberapa proses dari ITSM itu yaitu:

•   Bagaimana menjaga keseimbangan antara bisnis layanan teknologi informasi sesuai dengan apa yang dibutuhkan customer.

•  Melayani dengan TI yang berkualitas dan dengan harga yang sesuai dengan keefektifan TI yang diberikan.

•  Membina kerjasama yang baik antara pihak suplier dan customer dengan tidak saling mengecewakan dan dapat memberikan layanan yang terbaik.

•  Membina dan melayani dengan tingkat kemampuan melayani sebaik- baiknya customer yang nantinya akan mempengaruhi terhadap kepuasan yang akan didapatkan customer tersebut

        Namun, ada hal yang mempengaruhi tantangan dalam manajemen layanan teknologi informasi, Diantaranya Menjaga jalannya layanan TI setiap saat, Mengoptimalkan biaya TI, Mengelola resiko dan kompleksitas TI, Mencapai kepatuhan hukum dan peraturan,  Mengelola perubahan volume yang lebih tinggi,dan Menyelaraskan layanan TI dengan kebutuhan bisnis. Beberapa layanan TI yang digunakan seperti penggunaan komputer,print-sharing,internet maupun software bisnis tertentu.

ITSM memiliki empat perspektif atau atribut untuk menjelaskan konsep ITSM,Hubungan dari masing-masing perspektif sebagai berikut:

a. Partners/Suppliers

Perspektif partners/suppliers memperhitungkan pentingnya mitra dan hubungan dengan supplier/pemasok external demi membangun kontribusi yang positif pada layanan.

b. People

Perspektif people berkaitan dengan bagaimana mengelola sumber daya manusia seperti staf TI, pelanggan dan stakeholder lainnya guna memenuhi kebutuhan layanan TI.

c. Product/Technology

Perspektif product/technology fokus pada memperhitungkan teknologi yang digunakan, perangkat keras & perangkat lunak, anggaran dan infrastruktur layanan TI.

d. Process

Perspektif process berkaitan dengan menjaga proses layanan agar dapat disampaikan kepada pengguna sesuai dengan aliran proses yang telah direncanakan sehingga dapat memuaskan para pelanggan.


sumber :

https://glints.com/id/lowongan/information-technology-infrastructure-library/

https://itgid.org/cobit-control-objectives-for-information-technology/

https://yuliahendro.blogspot.com/2018/03/software-maintenance-maturity-model.html

https://naufalakmalfauzi.wordpress.com/2017/03/17/manajemen-layanan-sistem-informasi/

https://bagasyogatama778.blogspot.com/2018/04/kerangka-kerja-framework-penerapan-itsm.html



Continue reading Framework (Kerangka Kerja) yang digunakan pada ITSM

Minggu, 23 Januari 2022

Sistem Kritis Dengan Point Bahasan Keamanan Siber

 



Pernahkah Anda mendengar tentang istilah‘Critical Infrastructure’? Critical Infrastructure disebut juga sebagai sektor kritis, yaitu sektor yang menjadi roda perekonomian dan juga kesehatan dari suatu negara.

Dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat, keamanan suatu negara dapat diancam hanya melalui sektor-sektor tersebut.

Ya, saat ini banyak sekali mesin yang telah terkoneksi dengan internet. Jelas, teknologi tersebut mempermudah pekerjaan manusia dibandingkan zaman dulu, ketika manusia masih harus secara manual mengoperasikannya. Namun, dibalik manfaatnya tersebut terdapat celah bagi berbagai serangan siber, yang jika tidak dicegah tentu saja akan sangat merugikan.

Chief Information Security Officer, Fortinet Phil Quade menjelaskan dulu mungkin jika ada yang ingin menyerang sebuah negara, akan melawan militer negara tersebut.

“Kini, semua itu telah berubah. Mereka akan berpikir untuk apa menyerang militer negara lagi, lebih baik mereka meretas sistem dari ‘critical infrastructure’. Mereka tinggal meretas misalnya, pembangkit tenaga listrik atau sistem sumber pengaliran air, maka semua orang di negara tersebut akan kesusahan. Itulah cara serangan siber di masa kini, ‘critical infrastructure’ menjadi incaran utama,” katanya dalam keterangan, belum lama ini. 

Diungkapkannya,  di Amerika setidaknya ada 16 sektor yang dianggap sebagai sektor kritis dan masuk ke dalam ‘Critical Infrastructure’.

Sektor-sektor tersebut adalah Sektor Kimia, Sektor Fasilitas Komersial, Sektor Komunikasi, Sektor Manufaktur Kritis, Sektor Bendungan, Sektor Basis Industri Pertahanan, Sektor Layanan Darurat, Sektor Energi, Sektor Jasa Keuangan, Sektor Pangan dan Pertanian, Sektor Fasilitas Pemerintahan, Sektor Layanan Kesehatan dan Kesehatan Masyarakat, Sektor Teknologi Informasi, Reaktor Nuklir-Bahan-Sektor Limbah, Sektor Agen Khusus, Sektor Sistem Transportasi, dan Sektor Air dan Sistem Air Limbah.

Kondisi Indonesia

Berbeda dengan Amerika, sektor-sektor di Indonesia masih terpisah dan bekerja sendiri-sendiri. Salah satu sektor kritis di Indonesia adalah Sektor Keuangan dan Sektor Pemerintahan.

Kedua sektor ini juga sudah sangat baik menerapkan keamanan siber untuk menghidari berbagai ancaman.

“Indonesia tahun lalu telah meluncurkan badan keamanan siber nasional. Sementara sejumlah Kementrian yang berbeda beralih ke transformasi data,” katanya. 

Salah satu solusi yang dapat digunakan untuk terus menjaga keamanan sektor-sektor kritis pada sebuah negara yaitu dengan security fabric.

Cara kerja security fabric cukuplah detail, seperti bahan kain besar yang direntangkan, ketika ada sebuah ancaman masuk ke dalam sistem dan mencari titik masuk yang pas, security fabric akan membedah seluruh sisitem pada bahan tersebut. Jika nanti ditemukan keanehan atau malware, maka seluruh sistem akan segera diinformasikan sehingga sistem akan memperkuat keamanannya.

Logikanya, malware akan mencari titik terlemah dalam sebuah sistem untuk diserang, namun ketika menggunakan security fabric, proteksi justru difokuskan kepada titik terkuat sistem. Dimana proteksi tersebut akan melindungi seluruh sisi sistem, malware akan sangat sulit sekali untuk menembusnya.


Continue reading Sistem Kritis Dengan Point Bahasan Keamanan Siber

Kamis, 09 Desember 2021

Pemanfaatan New Media Dalam Berbagai Aspek

 


New Media, mungkin mendengar kata itu banyak diantara kita yang cukup asing untuk mendengarnya. Padahal dewasa ini New Media atau dalam bahasa Indonesia yang berarti media baru sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Sebelum lebih jauh untuk memahami apa sebenarnya yang dimaksud New Media, mari kita mengenal dahulu apa itu media.

Media menurut Association for Educational Communications and Technology (AECT, 1997) sebagaimana Sadiman (2005: 6) adalah segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi. Secara garis besar, dilihat dari bentuknya ada tiga jenis media massa, yakni media cetak, media penyiaran, dan media online / internet.  

Perkembangan teknologi yang sangat pesat ini banyak mempengaruhi kehidupan masyarakat khususnya di Indonesia. Dahulu untuk mencari informasi, masyarakat bisa mendapatkannya melalui media konvensional  radio, koran dan televisi. Namun kini hanya dengan bermodalkan smartphonesangat banyak informasi yang bisa didapatkan masyarakat dengan mengakses portal media online atau sharing dan bersosialisasi melalui media sosial.

Internet merupakan media baru yang muncul setelah media cetak dan media penyiaran. Di Indonesia, pengembangan infrastruktur internet dimulai sejak tahun 1980-an, dan hingga sekarang penggunanya terus meningkat. Kehidupan masyarakat saat ini mungkin bisa dikatakan tidak terlepas dari teknologi yang satu ini. Salah satunya saya sendiri, yang hampir setiap hari mengakses informasi melalui media online.


Menurut Lister dalam bukunya yang berjudul New Media: A Critical Introduction, ada enam karakteristik dariNewMedia            :

Digital: Dilihat dari prosesnya New Media sangat berbeda dengan yang dimiliki media pendahulunya. Proses pemasukan data di sini akan dirubah dalam bentuk angka. Lalu dari data tersebut akan muncul ke dalam beragam bentuk seperti grafik, teks tertulis, diagram, foto, dan video. Data-data tersebut kemudian disimpan ke dalam jaringan yang kita biasa kenal dengan jaringan online yang menggunakan internet untuk menjalankannya, selanjutnya data disimpan kembali ke memori digital dan terakhir dikirim kembali melalui jaringan telekomunikasi.

Interactivity : Dalam New Media tidak ada lagi istilah komunikasi satu arah, melainkan dua arah, dan media baru ini menawarkan adanya interaktif dalam mengubah tulisan, gambar yang sedang mereka akses. Jadi, kita sebagai khalayak juga diperuntunkan  sebagai "users atau pengguna" ketimbang menjadi "viewers atau pelihat". Maka dari itu media baru sangat menuntut masyarakat penggunanya untuk menjadi aktif dengan interaktif yang ada.

Hypertextual: Dalam New Media dua karakter ini, yaitu Hypertext dan Hypertextual tidak dapat dipisahkan. New Media terdiri dari berbagai jaringan yang telah disusun sedemikian rupa, di mana di dalamnya terdapat berbagai pintu untuk masuk ke suatu hal yang kita inginkan dalam internet. Keduanya sebagai penghubung antara jaringan satu ke jaringan lainnya. Itu lah yang nantinya kita kenal sebagai istilah software, database, atau sistem operasi komputer.

Networked    :  Networked dalam bahasa Indonesia  berarti "berjejaring". New Media memiliki banyak sekali jaringan sehingga untuk memperoleh dan mengakses suatu informasi khalayak sangat dimudahkan.

Virtual            : Virtual memiliki arti hampir sama dengan dunia nyata. Bisa dikatakan demikian, karena New Media  memiliki kencenderungan mirip dengan kehidupan nyata kita sehari-hari. Tidak hanya menampilkan teks dan gambar (visual) serta suara (audio), New Media juga bisa mengajak khalayak untuk berinteraksi secara langsung dalam menanggapi suatu informasi.

Simulated : Simulasi mungkin sangat erat kaitannya dengan virtual. Mungkin konsep ini ingin berbicara bagaimana New Media mensimulasi kebiasaan sehari-hari kalayak khususnya dalam pencarian maupun pertukaran sebuah informasi. New Media ingin menyuguhkannya senyata mungkin sebagaimana dengan aslinya.

Perkembangan media yang pesat ini memunculkan banyak inovasi-inovasi baru dari perusahaan media. Bisa kita lihat kemunculan portal-portal berita online yang semula hanya media konvensional kini mulai merambah dunia online. Di Indonesia salah satu portal online yang cukup populer yaitu Kompas.com.

Berawal dari media cetak, kini Kompas mengembangkan sayapnya dengan membuat Kompas Tv, dan kini mulai merabah New Media yaitu Kompas.com dan Kompasiana.com. Bila dilihat penerapan karakteristik New Media sudah diterapkan oleh Kompas.

 

Pertama yaitu digital, kemunculan Kompas.com dan Kompasiana.com merupakan langkah Kompas untuk merambah dunia digital. Khalayak bisa mengakses berita dari Kompas.com dengan memanfaatkan koneksi internet serta perangkat komputer. Namun kita perkembangan telekomunikasi juga sangat menunjang akses yang lebih mudah sejak munculnya smartphoneyang memudahkan khalayak dalam mengakses informasi yang diinginkan.

Kedua Interactivity, dalam Kompas.com dan Kompasiana.com khalayak tidak hanya semata-mata menjadi penonton yang pasif. Khalayak diajak melakukan komunikasi melalui dua arah yaitu dengan menyertakan kolom komentar yang diperuntunkan untuk menanggapi berita-berita yang disajikan oleh portal berita online Kompas.com.

Ketiga Hypertextual, mungkin kalian pernah melihat teman atau seseorang menshare link di media sosial , itu salah satu bentuk karakteristik New Media agar penyebaran informasinya lebih cepat.

Keempat Networked, karakteristik keempat ini sudah pasti diterapkan oleh portal-portal media manapun. New Mediamembuat khalayak memudahkan khalayak memperoleh informasi hanya dengan bermodalkan koneksi Internet semua hal yang ingin diketahui dari seluruh penjuru dunia bisa didapatkan.

Kelima Virtual, portal berita online tidak hanya bisa dibaca saja berupa teks, melainkan juga disertakan video yang mana menampilkan audio visual, jadi tidak hanya dilihat melainkan juga dapat didengar, sama seperti sedang kita alami, meskipun kita tidak sedang di sana.

Terakhir adalah Simulated, Kompas.com mampu membuat khalayak berbincang-bincang seperti di dunia nyata dengan memanfaatkan kolom komentar. Serta bisa membagikan info melalui link-link yang tersedia.

 



Daftar Pustaka

 

Lister. M. et al. (2009). New Media: a Critical Introduction Second Edition.

Sadiman, A. (2005). Media Pendidikan Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya. Jakarta: Pustekkom Dikbud dan PT. Raja Grafindo Persada.

Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "New Media: Perkembangan Media di Era Kemajuan Teknologi", Klik untuk baca

Continue reading Pemanfaatan New Media Dalam Berbagai Aspek

Rabu, 24 November 2021

New Media Membawa Dampak Positif dan Negatif

 


        Kata new berasal dari bahasa inggris yang berarti baru, sedangkan kata media berasal dari bahasa latin yang memiliki arti sebagai perantara sebuah informasi dengan penerima informasi atau media perantara. Media baru secara sederhana adalah media yang terbentuk dari interaksi antara manusia dengan komputer dan internet secara khususnya. Istilah New Media baru muncul pada akhir abad 20 an yang dipakai untuk menyebut sebuah media baru yang menggabungkan media-media konvensional dengan Internet. Dan tak dapat dipungkiri lagi New Media membawa dampak bagi kehidupan sosial masyarakat, baik itu positif maupun dampak negatif.

    Perkembangan New Media di masyarakat memang sangat besar, terutama dalam penggunaan teknologi internet. Banyak macam dari new media yang kadang membuat pengaruh negatif, namun tidak dapat disangkal kalau new media pun memberikan banyak kontribusi yang positif bagi masyarakat.

    Dampak positif yang timbul dari new media contohnya semakin mudahnya mencari informasi,kita bisa mendapatkan informasi apapun melalui internet tanpa harus susah payah pergi ke perpustakaan, atau media lain yang memberikan informasi. Kita pun bisa sharing informasi dengan orang yang tempatnya sangat jauh. Memang dampak hadirnya new media sangat membantu. Membuat masyarakat sebagai konsumen new media dimanjakan dengan kemudahan-kemuadahan yang ditawarkan dari media baru itu sendiri, seperti eNewsPaper yang membuat masyarakat tidak harus menunggu tukang koran atau membeli koran di pinggiran jalan tetapi hanya dengan mengakses situs-situs yang menyediakan layanan tersebut. Selain itu di fitur-fitur gadget tertentu disediakan pembelian lagu hanya dengan mengaksesnya. Dengan cara ini masyarakat tidak perlu bersusah payah ke toko-toko kaset tetapi hanya menjalankan aplikasinya. dari adanya new media terhadap kehidupan sosial masyarakat adalah membuat masyarakat sebagai konsumen new media dimanjakan dengan kemudahan-kemuadahan yang ditawarkan dari media baru itu sendiri.

    Contoh lainnya adalah pemanfaatan internet. Banyak orang orang yang mengandalkan internet untuk mengoptimalkan pekerjaannya. Sebagai contoh investor sangant membutuhkan informasi se-dini mungkin sebelum menanamkan sahamnya. Atau juga para pencari pekerjaan yang membutuhkan informasi tentang perusahaan perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan. Yang pasti kita dapat menjelajahi dunia hanya dengan internet. Cukup dengan duduk manis di depan computer kita sudah bisa tahu segala perkembangan dan perubahan yang terjadi di dunia. Situs jejaring sosial sudah memberikan banyak manfaat bagi kita semua, seperti bertemu dengan teman lama, memperbanyak teman dan relasi, bahkan bisa dijadikan wadah untuk berbisnis.

Di sisi lain dampak negatif perkembangan new media ini akan menjadi sebuah dunia yang seakan-akan tanpa kendali. Dampak pesatnya new media paling tidak akan membawa beberapa dampak perubahan negatif seperti:

    Membudayanya budaya massa dalam suatu komunitas masyarakat, dimana pola    kehidupan yang dinamis ditimbulkan karena adanya keinginan dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

        Rasa sosial terhadap lingkungan sekitar menjadi acuh.

        Terjadinya polusi informasi.

       Merebaknya kejahatan teknologi seperti pelanggaran hak cipta / pembajakan, cybercrime
         (kejahatan maya).

        Tumbuhnya sikap hedonisme dan konsumtif.

        Awal mula Kriminalitas.

    Perlu di garis bawahi bahwa seharusnya penggunaan new media diikuti dengan orang-orang yang bijaksana dalam memanfaatkannya.


Continue reading New Media Membawa Dampak Positif dan Negatif

Selasa, 09 November 2021

Dampak Positif Dan Negatif Teknologi Terbaru Di Masa Yang Akan Datang Di Berbagai Sektor Dalam Implementasi






Saat ini, teknologi sudah menjadi sebuah bagian penting dari hidup, dan memberikan banyak manfaat bagi aktivitas kita sehari-hari. Apakah itu membantu meringankan pekerjaan atau hanya sekedar melihat-lihat sosial media.

Dengan semakin banyaknya perubahan teknologi, ada juga perubahan dalam masyarakat. Dan cara membaca dan dan berpikir juga berubah seiring dengan kemajuan teknologi. Kini sudah ada banyak debat apakah efek dari teknologi sepenuhnya menguntungkan atau tidak dan apa saja dampak positif dan negatif teknologi bagi kehidupan manusia?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti dampak positif adalah pengaruh kuat yang mendatangkan akibat yang positif. Jelas dengan adanya teknologi memiliki dampak positif. Apa saja dampak positif teknologi bagi kehidupan manusia ?


Kebaikan Kemajuan Teknologi

1. Meningkatkan Efisiensi Bisnis

Beragam produk teknologi baru seperti komputer, email, Internet, media sosial sekarang sudah memberikan dampak langsung bagi masyarakat, apalagi bisnis. Kini berapa hal rumit seperti pengumpulan data, bisa dilakukan dengan teknologi. Sehingga menjadikan bisnis lebih lancar.

2. Menambah Lapangan Pekerjaan

Revolusi industri dahulu dikritik karena banyak menghilangkan lapangan pekerjaan. Mesin digunakan untuk memproduksi barang. Tapi dengan berkembangnya teknologi, kini mesin-mesin menjadi lebih sederhana, dan membutuhkan banyak orang untuk mengoperasikannya, mengembangkannya, dan memeliharanya.

3. Lebih Mudah Berkomunikasi

Kini berkomunikasi menjadi lebih mudah. Dengan adanya jaringan telepon dan Internet. Kita bahkan tidak hanya bisa mendengar suara, tapi juga bertukar gambar dan video streaming. Sehingga lebih mudah untuk berkomunikasi dan lebih terbuka dalam mempelajari beragam budaya di dunia.

4. Bidang Kesehatan Lebih Maju

Lewat berbagai teknologi yang berkembang, bidang medis juga ikut berkembang. Kini sudah banyak teknologi yang memudahkan beragam kebutuhan medis. Sehingga penanganan kesehatan lebih mudah dilakukan.


Kekurangan Kemajuan Teknologi

1. Kesenjangan Sosial yang Semakin Terasa

Teknologi datang dengan harga. Yang terbaik dijual mahal, sementara yang tidak dijual murah. Dan yang terbaik adalah yang mengikuti tren terbaru. Sayangnya, tidak semua orang bisa mengikuti tren tersebut. Sehingga hal ini menjadi bentuk kesenjangan sosial yang diciptakan teknologi.

2. Melahirkan Generasi Pemalas

Dengan segala hal menjadi lebih mudah dilakukan, kini ada sebuah generasi baru yang memanfaatkan teknologi untuk apapun. Hal ini, walaupun lebih efektif, akan melahirkan para generasi yang pemalas.

Definisi bekerja keras menjadi berubah, dan mereka seringkali melupakan sesuatu; karena akan mudah mengingatnya dengan mencari jawaban di Internet saat kita tidak tahu. Banyak juga yang lebih berfokus pada teknologi dibandingkan dengan melakukan aktivitas di luar rumah.

3. Teknologi Lain Cepat Usang

Semakin cepat teknologi berkembang, semakin cepat juga versi yang lebih efisien diciptakan. Hal ini menjadi masalah karena saat kita memiliki teknologi terbaru dan terbaik, tapi dalam waktu singkat, teknologi tersebut akan dengan mudah digantikan oleh yang lebih canggih.
Continue reading Dampak Positif Dan Negatif Teknologi Terbaru Di Masa Yang Akan Datang Di Berbagai Sektor Dalam Implementasi

Selasa, 02 November 2021

Metode - Metode Perancangan Sistem Informasi






1. Metode System Development Life Cycle (SDLC)

    Adalah proses untuk merencanakan, membuat, menguji, dan menyebarkan sistem informasi . Konsep siklus hidup pengembangan sistem berlaku untuk berbagai konfigurasi perangkat keras dan perangkat lunak, karena suatu sistem dapat terdiri dari perangkat keras saja, perangkat lunak saja, atau kombinasi keduanya. Biasanya ada enam tahap dalam siklus ini: analisis kebutuhan, desain, pengembangan dan pengujian, implementasi, dokumentasi, dan evaluasi.

    
    Model ini disusun bertingkat, setiap tahap dalam model ini dilakukan berurutan, satu sebelum yang lainnya. Model ini biasanya digunakan untuk membuat sebuah software dalam skala besar dan yang akan dipakai dalam waktu yang lama. Sangat cocok untuk pengembangan sistem yang besar.

Tahapan-tahapan (SDLC):

- Fase Perencanaan Sistem

- Fase Analisis Sistem

- Fase Perancangan Sistem secara Umum

- Fase Evaluasi dan Seleksi Sistem

- Fase Perancangan Sistem secara Detail

- Fase Implementasi Sistem dan Pemeliharaan Sistem


2. Model Prototyping

    Prototyping adalah contoh, model, atau rilis awal produk dibangun untuk menguji konsep atau proses. Prototype juga bisa dibangun melalui beberapa tool pengembangan untuk menyederhanakan proses.

Tahapan-tahapan Model Prototyping :

- Pengumpulan Kebutuhan

- Membangun Prototyping

- Menggunakan Sistem

- Mengkodekan Sistem

- Menguji Sistem.

- Evaluasi Sistem

- Evaluasi Protoptyping



3. Model RAD (Rapid Application Development)

    Pengembangan aplikasi cepat ( RAD ), juga disebut pembangunan aplikasi cepat ( RAB ), adalah istilah umum untuk pendekatan pengembangan perangkat lunak adaptif , dan nama untuk metode pengembangan cepat James Martin . Secara umum, pendekatan RAD untuk pengembangan perangkat lunak kurang menekankan pada perencanaan dan lebih menekankan pada proses adaptif. Prototipe sering digunakan sebagai tambahan atau terkadang bahkan sebagai pengganti spesifikasi desain.

    RAD adalah penggabungan beberapa metode atau teknik terstruktur. RAD menggunakan metode prototyping dan teknik terstruktur lainnya untuk menentukan kebutuhan user dan perancangan sistem informasiselain itu RAD menekankan siklus perkembangan dalam waktu yang singkat (60 sampai 90 hari) dengan pendekatan konstruksi berbasis komponen.


Tahapan-tahapan Model RAD

- Bussiness Modelling

- Testing and Turnover

- Aplication Generation

- Process Modelling

- Data Modelling.



4. Model Spiral

    Model spiral adalah model proses pengembangan perangkat lunak yang digerakkan oleh risiko. Model Spiral pada awalnya diusulkan oleh Boehm, adalah model proses perangkat lunak evolusioner yang merangkai sifat iteratif dari prototype dengan cara kontrol dan aspek sistematis model sequensial linier. Model iteratif ditandai dengan tingkah laku yang memungkinkan pengembang mengembangkan versi perangkat lunak yang lebih lengkap secara bertahap.
            
        

Tahapan-tahapan Model Spiral

- Komunikasi Pelanggan

- Perencanaan

- Analisis Resiko

- Perekayasaan

- Konstruksi dan Peluncuran

- Evaluasi Pelanggan



5. Object Oriented Technology
        
        Pemrograman berorientasi objek ( OOP ) adalah paradigma pemrograman yang didasarkan pada konsep " objek ", yang dapat berisi data dan kode: data dalam bentuk bidang (sering dikenal sebagai atribut atau properti ), dan kode, dalam bentuk prosedur.


    Object Oriented Technology merupakan cara pengembangan perangkat lunak berdasarkan abstraksi objek-objek yang ada di dunia nyata. Dasar pembuatan adalah Objek, yang merupakan kombinasi antara struktur data dan perilaku dalam satu entitas. Filosofi Object Oriented sangat luar biasa sepanjang siklus pengenbangan perangkat lunak (perencanaan, analisis, perancangan dan implementasi) sehingga dapat diterapkan pada perancangan sistem secara umum: menyangkut perangkat lunak, perangkat keras dan system secara keseluruhan.


 Tahapan-Tahapan Object Oriented Technology :

    Pada Object Oriented Technology ada beberapa metode yang digunakan dlam pengembagan sistem. Salah satu yang terkenal adalah OMT (Object Modelling Technique) yang diciptakan oleh Rambough. Aktivitas-aktivitas yang dilakukan dalam OMT ini adalah:

1. Model Objek

2. Model Dinamis

3. Model Fungsional



6. Model Functional Decomposition

        Dalam matematika, dekomposisi fungsional adalah proses pemecahan hubungan fungsional menjadi bagian-bagian penyusunnya sedemikian rupa sehingga fungsi asli dapat direkonstruksi (yaitu, disusun ulang) dari bagian-bagian tersebut dengan komposisi fungsi .

        Metodologi ini menekankan pada pemecahan dari sistem ke dalam subsistem-subsistem yang lebih kecil, sehingga akan lebih mudah untuk dipahami, dirancang dan ditetapkan.

Yang termasuk dalam kelompok metodologi ini adalah :

- HIPO (Hierarchy plus Input Process Output)

- Stepwise Refinement (SR) atau Iterative Stepwise Refinement (ISR)

- Information Hiding


Continue reading Metode - Metode Perancangan Sistem Informasi